15 Mei 2014
"Selamat malam, sayang. Maaf hari ini aku memutuskan untuk diam. Bukan kerana marah atau membencimu. Hanya saja ucapanmu semalam membuatku berfikir, apa yang harus aku lakukan sekarang."
Entah sudah berapa kali kusembunyikan tangisku dibalik selimut ketika aku beranjak tidur. Sejujurnya aku tak ingin meleburkan air mataku saat itu. Hanya saja sunyinya malam itu semakin menambah kacaunya suasana hatiku.
Ini tak seperti biasanya. Aku pun belum terbiasa dengan keadaan ini. Sudah berapa lama kita tidak bertemu, sayang. AKU RINDU.
Yaa... Aku merindukanmu. Aku ingin sebuah pertemuan. Pertemuan yang bisa menenangkanku saat ini.
Aku hanya mampu menangis menahan rinduku. Merengek memintamu untuk datang ke kota ku, namun percuma... Waktu belum berpihak pada kita.
Setiap hari ku katakan "aku rindu... Aku rindu... Aku rindu, sayang"
Tapi apa? Kamu bilang sikapku itu masih seperti anak-anak labil. Aku wanita. Mengertilah... Aku berbeda denganmu. Kamu bisa menahan rindumu. Tapi aku? Sekali lagi aku berbeda. Aku tidak sepertimu.
Rinduku tak berbatas waktu. Saat ini kita berada di dua tempat yang berbeda. Jaraknya pun tak bisa dihitung dengan jengkal. Pertemuan pun terbatas. Jadi wajar kan jika aku merindukanmu setiap waktu. Bukan berlebihan, bukan kekanak-kanakan, tapi ini kejujuran. AKU RINDU.
Katamu aku harus jadi wanita kuat dan wanita tegar. Namun ketika rindu beradu, terhalang waktu, dan raga belum mampu bertemu. Aku merasa tak mampu menjadi wanita yang kamu inginkan. Rindu itu kuat, sayang. Meruntuhkan segala kekuatan dan ketegaranku. Apalagi ketika rencana pertemuan harus berantakan. Aku bisa apa selain menangis? Rasa bahagia yang sudah mulai ada harus hancur seketika.
Apa kamu pernah merasakannya,sayang? Kurasa tidak. Kamu selalu menjauh dari rasa itu. Iya kan?
Mmm... Bukan menjauh ya? Mungkin sedikit menggeser dari tempat semula, lalu membuatmu merasa biasa saja dengan rindu dan segala sesuatunya.
Sekarang.. Setelah aku lebih tenang. Dan mengingat kembali beberapa hal yang kamu sampaikan, kuputuskan untuk tidak menunjukkan segala sesuatu yang kamu bilang jelek itu padamu. Aku tidak akan menangis ketika kita berbincang di telepon, aku tidak akan mengucap "aku rindu" lagi padamu, aku tidak akan merengek memintamu untuk menemuiku disini lagi, aku akan berbicara seperlunya, dan aku akan mencoba menjadi sepertimu. Yang terlihat cuek dan tidak pernah peduli itu.
Semoga kamu tidak merindukan kebisaan "buruk" ku.
Selamat malam, sayang. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini.
Masih tetap dengan cinta dan sayangku padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar